OJK : Industri Jasa keuangan di Papua Tumbuh Positif

Jayapura, Suaramambruk.com –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat menyebutkan industri jasa keuangan di wilayah tersebut tumbuh positif pada 2020. Per 31 Desember 2020, pertumbuhan kredit Bank Umum (yoy) Papua sebesar 3,72 persen dengan penyaluran kredit sebesar Rp31,32 triliun.

“Pertumbuhan kredit Bank Umum di Papua lebih baik dari pertumbuhan kredit secara nasional yang tumbuh negatif sebesar 2,41 persen (yoy),” kata Kepala Kantor OJK Provinsi Papua dan Papua Barat Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak, Jumat, 12 Maret 2021.

Menurut Adolf, aset bank umum di Provinsi Papua yoy pada 2020 mengalami peningkatan menjadi Rp75,87 triliun. Jumlah itu meningkat sebesar 1,33 persen dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan negatif menjadi Rp46,6 triliun atau tumbuh sebesar minus 0,03 persen.

Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet Bank Umum di Provinsi Papua juga mengalami perbaikan yaitu sebesar 2,16 persen lebih baik dari NPL Bank Umum secara Nasional yaitu sebesar 3,06 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan realisasi piutang perusahaan pembiayaan di Provinsi Papua posisi Desember 2020 tercatat mencapai Rp916 miliar atau tumbuh negatif sebesar 32,1 persen bila dibandingkan 2019 dengan Non Performing Finance (NPF) relatif kecil sebesar 1,46 persen, NPF perusahaan pembiayaan di Papua lebih baik dibandingan nasional yaitu sebesar 4,01 persen.

“Kinerja Pasar Modal di Tanah Papua juga menunjukkan perkembangan yang sangat positif sepanjang 2020 dengan peningkatan jumlah investor sebesar 55,6 persen atau sebanyak 18.396 masyarakat Papua menjadi investor di Pasar Modal dengan total kepemilikan saham sebesar Rp616,8 miliar,” tambah dia.

Adapun penyaluran pinjaman melalui Fintech Peer to Peer Lending (pinjaman online atau daring) di Papua hingga Desember 2020 sebesar Rp504 miliar, meningkat sekitar 460,05 persen dengan akumulasi jumlah rekening peminjam atau borrower sebesar 304.823 rekening (meningkat sebesar 1.213 persen).

“Selain itu, terdapat 1.587 rekening milik masyarakat Papua yang digunakan sebagai lender (pemberi pinjaman) pada Fintech Peer to Peer Lending, masyarakat Papua diminta untuk teliti bila ingin melakukan peminjaman melalui pinjaman daring dengan memastikan legalitas dimaksud melalui website ojk.go.id atau dapat melalui Kontak OJK 157,” katanya.(SM07)

 1 total views,  1 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan