Salim Grup Borong Semua Saham Pepsi Di Produsen Makanan Ringan Chitato, Chiki, Hingga Lays

Jakarta,Suaramambruk.com  – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) memutuskan untuk membeli semua saham yang dimiliki perusahaan afiliasi dari PepsiCo Inc. yakni Fritolay Netherlands Holding B.V. di PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang memproduksi makanan ringan seperti Chitato, Chiki, Lays hingga Qtela.

Sekretaris Perusahan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Gideon A Putro mengungkapkan bahwa pihaknya membeli sebanyak 49% saham yang digenggam Fritolay di IFL dengan nilai Rp494 miliar.

“Transaksi itu akan didanai dari kas internal perusahaaan,” kata Gideon, dalam keterbukaan informasi kepada BEI, di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Aksi ini membuat Indofood CBP menguasai sebesar 99% saham di Indofood Fritolay Makmur meningkat 15% dari sebelumnya 51%. Kemudian, sehubungan dengan aksi ini, IFL pun akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo Inc setelah menuntaskan semua proses penghentian produksi dan penjualan produk merk milik PepsiCo yang harus diselesaikan dalam waktu 6 bulan sejak dilakukann transaksi.

“Fritolay, PepsiCo dan pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun sejak berakhirnya masa transisi,” ujarnya.

Pada 2019, Pepsi memutuskan tak lagi memperpanjang kerja sama untuk produk minuman dengan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM). Kini, mereka juga mengakhiri kerja sama dengan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) untuk produk makanan ringan.

Juru Bicara Pepsi mengatakan, perusahaan masih menawarkan produk makanan sehat Quaker Oat di Indonesia “Kami berharap dapat kembali lagi ke pasar Indonesia dengan produk kami seperti Lays, Doritos dan Cheetos sesegera mungkin,” katanya, Kamis (18/2/2021).

Pepsi memutuskan kemitraan yang terjalin selama 30 tahun bersama Indofood lewat IFL. Perusahaan melepas 49 persen saham di perusahaan patungan (joint venture) tersebut senilai Rp494 miliar. Transaksi tersebut harus selesai paling lambat Juli 2021.  (SM07)

 5 total views,  5 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan