11 Hari Penambang Ilegal yang hilang Di Manokwari Belum Ditemukan

Manokwari, Suaramambruk.com- 11 Hari Sudah Penambang Ilegal di Sidey , Manokwari Hilang . Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Papua Barat melaporkan situasi terakhir pencarian terhadap rombongan penambang emas pada hari kedua dan ketiga belum membuahkan hasil alias nihil. Sebelas penambang yang dilaporkan hilang belum berhasi ditemukan.

Kepala kantor SAR Manokwari, George L.M Randang, dalam laporan aktifnya, Minggu (31/1/2021), mengatakan tim SAR melakukan pencarian hingga di daerah hutan sekitar Waramui Distrik Sidey, namun belum juga ditemukan. Dia juga mengatakan faktor geografis sekitar lokasi pencarian sangat ekstrim.

“Pencarian hari ketiga (hari ini) juga nihil sehingga tim SAR kembali ke Posko di Kampung Manggupi demi keamanan dan keselamatan tim. Karena tidak ada tanda-tanda korban dalam perjalanan, lokasi pencarian sering tertutup kabut, kondisi hutan sangat rapat, terjal, dan akses satu-satunya harus melewati sungai deras dan lebar,” ujar Randang dalam laporan resminya di Manokwari, Papua Barat, Minggu (31/1/2021).

Unsur yang terlibat dalam  pencarian 11 korban, terdiri  dari Tim SAR 25 personel dibantu 1 anggota TNI AL, 5 anggota TNI AD, 2 anggota Polsek Masni, 2 anggota RAPI, 4 orang keluarga korban, dan 5 orang masyarakat lokal.

Sementara, Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan, yang dikonfirmasi mengaku belum bisa memberikan kepastian bahwa 11 korban (rombogan) tersebut adalah pendulang emas.

“Informasinya masih simpang-siur. Saya juga belum bisa katakan kalau 11 orang yang dilaporkan hilang itu adalah penambang emas. Saya belum terima laporan pastinya dari polsek setempat,” ujar Kapolres Dadang.

Diberitakan sebelumnya, Kantor SAR Manokwari menerima laporan adanya kondisi membahayakan manusia (rombongan), pendulang emas tersesat di belantara hutan sekitar hulu kali Kasih Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, sejak Minggu, 24 Januari 2021. Kondisi membahayakan itu baru dilaporkan oleh pelapor, Tinike, warga Manokwari, pada Minggu (31/1/2021) pukul 07.05 Waktu Papua.

Berdasarkan laporan kronologis yang diterima kantor SAR Manokwari, bahwa pada tanggal 24 Januari 2021, sekira pukul 20.00 Waktu Papua, 11 orang dalam satu rombongan pendulang menempuh perjalanan pulang ke Manokwari. Namun para korban tidak mampu pulang karena enam orang di antaranya sakit, sehingga rombongan tersebut diperkirakan tersesat.

“Rombongan 11 orang itu diduga tersesat karena belum juga sampai di Manokwari. Ada enam orang dalam rombongan itu dilaporkan sakit. Salah satu korban dalam rombongan sempat melaporkan kepada keluarganya melalui sambungan telepon. Mereka terakhir berkomuninasi pada 24 Januari 2021, dan baru memohon bantuan SAR pada tanggal 28 Januari 2021,” kata Randang dalam laporannya.

Dari 11 korban pencarian baru 3 korban yang diketahui identitas yakni Dedi Simopiaref (laki-laki/21 tahun), Yenures Yan Rumkorem (laki-laki), dan Ian (laki-laki). Sementara delapan lainnya belum diketahui identitasnya.

(SM02)

 3 total views,  3 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan