Ini Dia Temuan DPRD Nabire Ke Lokasi Judi Togel

Nabire, Suaramambruk.com – Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaabupaten Nabire melakukan monitoring guna mendata pelaku penjualan togel dan permainan rolex di kota ini. kegiatan tersebut dilakukan sejak (21-22) Januari oleh komisi A bidang pemerintahan dan hukum.

Ketua komisi A, DPDR Nabire, Marcy Kegou mengatakan, maraknya perjudian baik togel dan rolex telah meresahkan sebagian warga. Komisi A kemudian menindaklanjuti dengan turun ke lapangan lantaran telah menerima aduan dari sebagian masyarakat yang merasa resah.

“Dengan adanya aspirasi yang masuk ke kami di komisi A, maka kami turun cek di lapangan dan mengambil data. Baik penjual togel rolex maupun bandarnya,” ujar Kegou di sela-sela kegiatannya pada Jumat (22/1/2021).

Tujuannya Kata Dia, setelah mendata semua bandari togel dan penjual kupon. Nantinya akan menyurati kepada pihak-pihak terkait, untuk mencari solusi agar Nabire tidak semarak dengan perjudian seperti saat ini.

Sebab penjualan dipinggir jalan raya yang sewaktu-waktu akan mengganggu aktivitas lalulintas. Belum lagi di sana terjadi miras dan sebagainya.

Masyarakat ini tidak merasa nyaman di kompleksnya karena keluar masuk rumah mengganggu jalanan. Belum lagi di areal penjualan togel dan permaian rolex disinyalir adanya pihak yang mengkonsumsi miras yang tentunya akan menganggu situasi kamtibmas.

“berdasarkan data ini, kami akan panggil semua pihak baik pemerintah daerah, TNI dan Polri untuk duduk bersama mencari solusi. Karena di lapangan kami dapati pihak-pihak yang disebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, sesuai informasi yang ditemui di lapangan, penjual togel maupun permainan rolex adalah pihak yang dirugikan. Sebab mereka (pelaku) hanya mencari sesuap nasi, akan tetapi dirugikan bahkan menjadi korban.

“Hal ini yang perlu diselesaikan, jangan dibiarkan. Jadi kami akan menjadwalkan pertemuannya,” lanjut Kegou.

Sekretaris Komisi A, Rohedi M Cahya menambahkan penulis dan Bandar togel ini perlu di data. Sebab, komisi A ingin melakukan kerjasama dengan dengan berbagai pihak sesuai dengan tugas dan fungsinya sesuai tatib dewan dan perundang-undangan.

Solusi yang dicari adalah bagaimana penegakkan hukumnya. Sebab, tentunya ada warga yang setuju dan tdak setuju dengan perjudian. Bagi yang setuju menganggap bahwa judi dan togel adalah penghasilan bagi mereka. sementara sebagian masyarakat lain menolak karena itu haram.

“Maka disini butuh kebijaksanaan yang baik untuk disikapi. Karena penjual atau penulis ini sering dikorbankan jika ada rasia dalam penegakkan hokum,” tambah Rohedi.

Seorang penjual togel di komples belakang pertokoan Oyehe Nabire, RS, mengaku dijebloskan ke penjara dan menjalani enam bulan kurungan lantaran togel. Kala itu, bosnya (Bandar togel) melarikan diri bahkan tidak mengaktifkan handphonnya saat di hubungi.

“Kami ini hanya penjual dan ada bandarnya. Saya pernah masuk lembaga. Waktu ditahan, bos saya menghilang dan ttiidak tau bertanggungjawab,” tuturnya.(SM03)

 14 total views,  14 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan