KPU Tunggu Keputusan Gubernur Papua soal Pilkada Boven Digoel

Jayapura , Suaramambruk.com — Ketua Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari Gubernur Papua terkait kelanjutan Pilkada Boven Digoel yang sempat ditunda beberapa waktu lalu.

Arief sudah mengirim surat kepada KPU Provinsi Papua. Isinya meminta agar KPU Papua mengajukan usulan kepada Gubernur Papua terkait keputusan penyelenggaraan Pilkada Boven Digoel.

“KPU RI sudah kirim surat ke KPU Provinsi Papua selaku KPU Boven Digoel. Dia harus kirim usulan kepada gubernur,” kata Arief dalam webinar yang digelar DPP Fisipol UGM, Jumat (11/12/202)

“Karena sesuai pasal 122 ayat 4 itu untuk pilkada bupati/walikota nanti kelanjutannya itu atas usulan KPU kabupaten/kota harus disampaikan kepada gubernur. Koordinasi. Nanti gubernur yang memutuskan tanggalnya,” tambahnya.

Setelah itu, Arief mengatakan KPU RI akan menerbitkan surat keputusan (SK) tentang tahapan dan jadwal Pilkada Boven Digoel secara keseluruhan. Sebab, yang ditunda bukan hanya hari pencoblosan, tetapi keseluruhan proses dan tahapan Pilkada Boven Digoel.

“Baik persiapan produksi logistik, distribusi logistik, pencoblosan, rekap sosialisasi dan lain-lain. Karena perlu sosialisasi lagi,” kata Arief.

Sebelumnya, KPU RI resmi memutuskan untuk menunda Pilkada Boven Digoel 2020 karena alasan keamanan dan proses hukum yang berjalan.

Polemik itu bermula saat KPU RI menerbitkan keputusan pembatalan pencalonan pasangan calon Yusak Yaluwo-Yacob Weremba. Pembatalan dilakukan karena Yusak belum melewati lima tahun sejak selesai menjalani hukuman penjara.

Sementara itu, pasangan calon bupati dan wakil bupati Yusak-Yacob kembali ikut pilkada setelah Bawaslu Boven Digul, Papua, mengabulkan permohonannya.

Bawaslu Boven Digul dalam putusannya juga membatalkan putusan KPU RI no 854 tentang penetapan paslon peserta pemilihan bupati dan wakil bupati 2020 tanggal 28 November.

Selain itu KPU RI dan atau KPU Papua selaku KPU Boven Digul menetapkan pemohon sebagai paslon bupati dan wakil bupati serta memerintahkan KPU RI dan atau KPU Papua selaku KPU Boven Digul untuk menindaklanjuti putusan paling lambat tiga hari kerja terhitung sejak keputusan dibacakan, jelas Jamal, panggilan akrab Jamaluddin.

 

Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengaku masih menunggu petunjuk KPU RI sehingga belum bisa memastikan langkah selanjutnya yang akan diambil.

“Kami masih menunggu petunjuk selanjutnya dari KPU RI terkait keputusan Bawaslu Boven Digul, ” kata Kossay dilansir dari Antara.

Dengan adanya keputusan Bawaslu Boven Digul, pilkada diikuti empat pasangan calon yakni Hengki Yaluwo-Lexy Rumel Wagiu, paslon Chaerul Anwar Natsir-Nathalis B Kake, paslon Martinus Wagi-Isak Bangris dan paslon Yusak Yeluwo-Yacob Waremba.

Pilkada Kabupaten Boven Digoel Ditunda

Sebelumnya  Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menunda Pilkada Kabupaten Boven Digoel, Papua, karena alasan keamanan dan proses hukum yang berjalan.

Diketahui, pasangan Yusak Yaluwo-Yakob Weremba masih menggugat keputusan KPU soal pembatalan pencalonan mereka. Kondisi di Boven Digoel juga sempat memanas usai keputusan tanggal 29 November itu.

“Sebagaimana ketentuan, KPU provinsi menetapkan keputusan penundaan atas usulan KPU kabupaten/kota dan prosedur itu sudah dilakukan,” kata Ketua KPU Arif Budiman di Kantor Kemendagri, Jakarta, dikutip dari rekaman yang diterima suaramambruk.com, Selasa (8/12/2020).

Arief mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan Bawaslu soal kasus tersebut, yang rencananya dikeluarkan sore ini.

Meski demikian, Boven Digoel tetap tidak bisa menggelar pilkada esok hari. Sebab, KPU masih harus menyiapkan logistik, khususnya surat suara, sesuai keputusan Bawaslu.

“Setelah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap, barulah kami nanti akan merapatkan kembali kemudian menentukan kelanjutannya kapan,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan persiapan pilkada susulan di Boven Digoel butuh waktu. Sebab harus ada bantuan aparat keamanan jika terdeteksi potensi konflik.

Mantan Kapolda Papua itu menyampaikan persiapan pasukan untuk mencegah kerawanan konflik di daerah itu tidak mudah. Sebab akses menuju Boven Digoel butuh waktu hingga 7 jam.

 

“Penebalan pasukan memang perlu di sana, tapi sekali lagi kita menunggu hasil dari gugatan setelah adanya keputusan hukum inkrah,” ujar Tito.

Sebelumnya, KPU RI menerbitkan keputusan pembatalan pencalonan pasangan calon Yusak Yaluwo-Yakob Weremba. Pembatalan dilakukan karena Yusak belum melewati lima tahun sejak selesai menjalani hukuman penjara.

Dalam surat keputusan tanggal 29 November, KPU hanya menetapkan pencalonan Hengki Yaluwo-Lexi Romel Wagiu, Chaerul Anwar Natsir-Nathalis B. Kake, serta Martinus Wagi-Isak Bangri.(SM05)

 39 total views,  1 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan