Wakil Ketua MPR : Benny Wenda Dimanfaatkan Asing , Ayo Bangun

Jakarta, suaramambruk.com– Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyampaikan pesan agar Benny Wenda bangun dari mimpi yang dibuatnya.Ia juga meminta Benny melihat secara seksama Papua yang mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.Mulai dari insfrastuktur yang mendapatkan jatah yang lebih, serta kehadiran langsung Jokowi di Papua ketika ada kegiatan, hal ini dilakukan sebagai wujud perhatiannya pada wilayah tersebut.Basarah mengatakan jika Benny Wenda telah dimanfaatkan kepentingan asing yang terus memberinya ilusi Papua akan merdeka.

“Sebagai sesama anak bangsa, meski Wenda lebih memilih warga negara Inggris, saya menyerukan agar Wenda bangun dari tidur panjangnya. Sudahi kenikmatan semu dan mimpi indah menjadi Presiden RI dari negara Inggris, mari bersama membangun Papua,”ujarnya dalam keterangan tertulis pada 3 November 2020

Ia mengatakan jika seharusnya Wenda bisa bangun dari mimpinya dan melihat Papua saat ini lebih seksama. Sebagai bagian dari Republik Indonesia, pemerintahan Joko Widodo sangat menaruh perhatian yang luar biasa terhadap pembangunan Papua.

“Selain beberapa kali hadir secara personal di Papua, Jokowi memberi porsi lebih bagi pembangunan di Papua, mulai dari pembangunan SDM, infrastruktur, beasiswa, hingga menghilangkan disparitas harga BBM dan lain-lain,” tambahnya.

Kemudian Basarah juga menuturkan jika Jokowi juga telah menaruh kepercayaan  jabatan staf khusus untuk kedua putra Papua dalam kepemimpinannya kini.Ketua DPP PDI Perjuangan ini mengatakan menurut catatan sejarah bangsa tidak ada negara Papua. Wilayah Papua sebelum penjajahan Belanda merupakan daerah yang memiliki banyak suku, tapi antar suku saling melakukan peperangan dalam rangka perebutan wilayah dan sumber daya.

Papua bersama wilayah Indonesia lainnya adalah bekas jajahan Belanda. Oleh karenanya berdasarkan prinsip Uti Possidentis Juris, setelah Indonesia merdeka, maka Indonesia mewarisi bekas jajahan Belanda, termasuk Papua.Tak hanya itu Basarah juga menyinggung hasil Penentuan Pendapat Rakyat (1969), di mana rakyat Papua telah memilih untuk tetap bergabung dengan NKRI.

Apalagi dalam Pilpres tahun 2019 kemarin, yang mana wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat yang memilih kandidat Jokowi mencapai lebih dari 3,5 juta suara dengan tingkat partisipasi pemilih di atas 85%.Basara juga memaparkan angka ini telah menjadi bukti jika masyarakat Papua masih menjadi bagian dari Indonesia.

Menurutnya tidak mungkin pemerintah mampu membuat puas seluruh rakyatnya, namun pemerintah akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia.”Bahwa masih ada yang belum puas, tentu ini adalah sebuah keniscayaan. Tidaklah mungkin dapat memuaskan semua pihak. Setidaknya pemerintahan Presiden Jokowi senantiasa berusaha memberikan yang terbaik bagi rakyat Papua,” tambahnya.

Adanya hal tersebut Basara menegaskan memang masih harus ada dialog terbuka antara pemerintah dan pemuka adat di wilayah Papua khususnya.Hal ini dilakukan sebagai upaya pendekatan secara respresif dan meminimalisir kekerasan.”Papua adalah saudara kita, jika Papua sakit, kita sebagai saudara sebangsa juga akan merasakan, tidak mungkin akan kita tinggalkan,” tegasnya.(SM01)

 

 

 19 total views,  1 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan