BKNI-RI Resmikan Pabrik Pengolahan Tepung di Kabupaten Keerom, Papua

Jayapura,suaramambruk.com -Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang besar di dunia, banyak bahan pangan lokal yang dihasilkan seperti ubi jalar, singkong, sagu dan lainnya, semua itu merupakan hasil pertanian yang memiliki prospek cerah dari sisi ekonomis yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan juga dapat diproyeksikan sebagai bahan industri. Tanaman ini mampu tumbuh di daerah kurang subur atau kering. Di tanah Papua, tanaman ini telah dibudidayakan masyarakat asli Papua secara turun- temurun.

Komoditas tersebut telah menjadi sumber bahan makanan utama bagi masyarakat Papua. Pemanfaatannya masih banyak dilakukan secara tradisional, baik dari aspek budi daya maupun pengelolaan. Dengan demikian diperlukan percepatan adopsi teknologi pemanfaatan yang diharapkan dapat menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan di Papua.

Salah satu upaya pemanfaatannya adalah dibangunnya pabrik pengolahan tepung tapioka, ubi jalar, dan tepung sagu Blessing Papua di Kampung Bibiosi, Dusun Wubur, Bate, Distrik Arso Kabupaten Keerom, Papua. Seperti dilakukan beberapa waktu lalu oleh Badan Ketahanan Nasional dan Internasional Republik Indonesia ( BKNI RI ) yang meresmikan pabrik pengolahan tepung tapioka, ubi jalar, dan tepung sagu Sabtu, (14/11/2020).

Presedium Badan Ketahanan Nasional dan Internasional Republik Indonesia ( BKNI RI ), Raden Mas Tri Harsono, yang tiba dilokasi disambut langsung oleh Ketua BKNI-RI Provinsi Papua, Ortis Nando Tarai dan masyarakat sekitar. Usai prosesi pengguntingan pita tanda disremikannya pabrik pengolahan, Tri Harsono mengatakan peresmian pengolahan tepung tapioka, ubi jalar dan tepung sagu diharapkan akan memberikan dampak positif secara ekonomi kepada masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari partisipasi untuk turut bekerjasama dengan semua lintas institusi baik pemerintah dan swasta agar terwujudnya cita-cita pemerataan pembangunan. Tujuan kita adalah membantu pemerintah,” jelas Tri Harsono.

Prosesi peresmian berlangsung sederhana dengan mematuhi protokol kesahatan Covid 19. Sebelum peresmian dilakukan penandatanganan prasasti pabrik tepung beserta launching CV.Trans Otoforindo binaan BKNI-RI dan percobaan pengoprasian mesin – mesin pengolahan tepung singkong dan lainnya.

Sementara itu, Ortis Nando Tarai selaku Ketua BKNI-RI Provinsi Papua, dalam sambutannya mengatakan bahwa Papua adalah rumah kita, Keerom rumah kita. Papua tidak bisa di bangun oleh satu orang saja, tapi Papua, Keerom harus dibangun oleh persatuan kita semua. “Sungguh kehormatan yang luar biasa dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya, di kawasan ini telah diresmikan pabrik pengolahan tepung ini oleh Presidium BKNI-RI,” kata Ortis.

Selanjutnya pabrik pengolahan tepung ini diharapkan akan segera beroperasi dan dapat memproduksi sebanyak 6 ton perharinya. Tri Harsono kepada pewarta juga menjelaskan bahwa BKNI-RI sebagai badan penyangga negara tentunya berjuang sekuat tenaga untuk dapat merangkul dan bekerjasama dengan semua lintas institusi baik pemerintah dan swasta agar terwujudnya cita-cita pemerataan pembangunan. “Tujuan kita adalah membantu pemerintah.

Program pembangunan Fasilitas kesehatan dan perawatan lanjut usia berbasis wisata ekologi ( medical clinic & ecotourism senior living ) ini akan dibangun diKabupaten Keerom di tiga titik, yakni di distrik Skamto, distrik Arso dan distrik Waris, “ungkap Tri Harsono.

Sumber anggaran berasal dari luar negeri bekerja sama dengan 209 negara, dengan Kementrian sosial dan asuransi yang secara kolektif pembiayaanya di kelola oleh BKNI- RI. Tentunya dari sisi sosial akan menyerap tenaga kerja kurang lebih sekitar 700 sampai dengan 1000 tenga kerja medis maupun umum. (SM05)

 51 total views,  1 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan