Jalan Karier Hartomo, Perwira yang Terlibat Pembunuhan Theys Eluay

Suaramambruk.com – Pada era kepresidenan Megawati Soekarnoputri, Jenderal Ryamizard Ryacudu adalah orang nomor satu di Angkatan Darat dengan jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Jabatan itu diemban Ryamizard dari pertengahan 2002 hingga awal 2005.

Ketika ayah Megawati menjadi Presiden RI, ayah Ryamizard, Brigadir Jenderal Musannif Ryacudu, termasuk jenderal loyalis Sukarno.

Pada 2003, beberapa anak buah Ryamizard di Angkatan Darat, salah satunya Hartomo, disidang Mahkamah Militer di Surabaya. Kasus yang melilit Hartomo dan koleganya bukan perkara sembarangan. Mereka didakwa melakukan pembunuhan terhadap tokoh adat Papua Dortheys Hiyo Eluay di tahun 2001. Hartomo akhirnya dapat vonis 3,5 tahun penjara disertai pemecatan.

Saat pembunuhan terjadi, Hartomo adalah komandan satuan tugas Tribuana yang diperbantukan ke Kodam di Papua.

Terkait pembunuhan itu, Frits Bernard Ramandey & Paskalis Worot Keagop dalam Menelusuri jejak kasus pemimpin bangsa Papua Theys Hiyo Eluay (2007) mengungkapkan, “Theys diundang oleh Komandan Kopassus Satgas Tribuana, Letkol. Inf. Hartomo untuk menghadiri acara syukuran di markasnya. Undangan disampaikan ke rumah Theys dengan memberikan sebuah baju sebagai hadiah natal” (hlm. 352).

Apa yang terjadi kemudian adalah Theys terbunuh, tepat ketika bangsa Indonesia merayakan Hari Pahlawan 10 November 2001.

Persidang Militer

Persidangan Kasus Pembunuhan Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo Eluay digelar di Mahkamah Militer Tinggi III Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/1) pagi. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Kolonel Hamimi ini juga dihadiri Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat Mayjen Sriyanto

Dalam persidangan pertama duduk di kursi terdakwa adalah Letkol Infanteri Hartomo, Kapten Infanteri Leonardo, Sertu Asrijal, dan Praka Ahmad Sulhami. Oditur Militer Kolonel Haryanto menuduh mereka menghilangkan nyawa korban dengan dibekap. Mereka diancam Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan. Sedangkan Hartomo diancam pasal berlapis lantaran melakukan penganiayaan berat hingga menyebabkan kematian sebagaimana diancam Pasal 351 KUHP.

Sedangkan dalam persidangkan selanjutnya akan diadili masing-masing Sertu Lorensius, Lettu Infanteri Agus Supriyanto, dan Mayor Doni Hutabarat. Mereka didampingi kuasa hukum, di antaranya Ruhut Sitompul, Hotma Sitompul, dan Letkol CHK Amran Ahmad.

Theys tewas pada pagi hari, 11 November 2001 di Koya Tengah sekitar 20 kilometer dari Jayapura. Aristoteles Masoka, sopir Theys, yang diduga mengetahui secara jelas pembunuhan ini, hingga kini belum juga ditemukan. Untuk mengungkap kasus yang melibatkan prajurit Kopassus Tribuana VIII itu Presiden Megawati Sukarnoputri kemudian mengeluarkan keputusan presiden tentang Komisi Penyelidik Nasional (KPN) Kasus Theys yang dipimpin Mayor Jenderal Purnawirawan Polisi Koesparmono Irsan.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

 

Pahlawan Versi Ryamizard

Ryamizard tidak setuju atas hukuman berat yang diberikan kepada Hartomo dan kawan-kawan. Jika pun divonis bersalah, ia berharap Hartomo dapat hukuman ringan saja. “Hukum mengatakan mereka bersalah. Okelah dia dihukum. Tetapi bagi saya dia pahlawan,” kata Ryamizard kepada Tempo (21/4/2003) .

Dimata Ryamizard, Theys adalah pemberontak yang ingin merdeka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menilahukuman yang diberikan kepada Hartomo teramat berat. Bagi Ryamizard, “nggak betul itu.”

Pemecatan dari dinas militer tentu sangat menyakitkan. Hartomo adalah letnan kolonel infanteri dalam satuan elite baret merah. Laki-laki lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1986 ini sebelum dikirim ke Papua pernah menjadi Kepala Operasi dan Komandan Grup I Para Komando (Parako) di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

“Kasus ini membuat Presiden Megawati Soekarnoputri memerintahkan Kopassus untuk meninggalkan Papua,” tulis laporan Human Right Watch berjudul Saya Bikin Salah Apa: Kopassus Siksa Orang Papua di Papua (2009: 5).

Dalam kasus ini, Hartomo adalah perwira paling senior yang dianggap bersalah. Tidak ada perwira yang lebih senior darinya yang terseret ke Mahkamah Militer terkait kasus Theys. Nama Hartomo lalu tidak terdengar lagi, untuk beberapa saat.

 

Tidak Dipecat

Setelah 2005, Ryamizard tidak jadi Kasad lagi. Megawati juga tidak jadi presiden lagi. Di zaman kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, yang satu zaman dengan Ryamizard di Akabri, nama Hartomo seakan-akan masih tenggelam.

Berdasarkan penelusuran Made Supriatma yang dimuat di Indoprogres, para perwira Kopassus yang terlibat itu tidak kemana-mana. Meski tak begitu bersinar, mereka masih berdinas di Angkatan Darat. Ada yang jadi perwira intel, komandan Kodim, dan komandan batalyon. Hartomo sendiri di akhir masa kepresidenan SBY pernah menjadi Komandan Pusat Intelijen Angkatan Darat (Danpusintelad) dan sudah berpangkat brigadir jenderal.

“Hartomo adalah salah satu dari dua orang pertama di angkatannya yang mencapai pangkat Brigjen,” tulis Made Supriatma.

Ketika menjadi Danpusintelad itulah Hartomo kembali tersorot. Masa lalunya sebagai perwira yang kesangkut kasus tentu menjadi santapan media massa.

Karier Tetap Berlanjut

 

Tahun 2014, Joko Widodo, kandidat yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), berhasil mengungguli Prabowo Subianto Djojohadikusumo dalam pilpres. Prabowo juga sezaman dengan SBY dan Ryamizard di Akabri. Bisa jadi, selain diplonco dan memplonco bersama, mereka juga pernah memakai kloset yang sama di Lembah Tidar.

Saat ini, mereka menjalani karier politik masing-masing. SBY dengan Partai Demokrat, Prabowo dengan Gerindra, dan Ryamizard tampaknya tetap merapat ke Megawati. Jika di zaman SBY Ryamizard “cuma” jadi Kasad, di era Jokowi dia ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan.

Di masa Ryamizard menjabat Menteri Pertahanan, karier Hartomo tetap baik, meski tak terlalu moncer. Pada Juli 2015, dengan pangkat mayor jenderal, Hartomo menjadi Gubernur Akademi Militer. Hartomo menempati jabatan yang dulu diampu mertua SBY, Sarwo Edhi Wibowo.

Setelah menempati jabatan Gubernur Akmil, Hartomo dimutasi menjadi Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) pada akhir 2016. Pada Oktober 2017, Hartomo menjadi Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad). Begitulah jalan karier pahlawan versi Ryamizard Ryacudu.

Jika saja Theys tidak terbunuh dan Hartomo tidak kena kasus, bukan tidak mungkin dia akan melampaui senior-seniornya di Akabri. Setidaknya, Hartomo bisa menjadi Komandan Jenderal Kopassus seperti Prabowo atau Panglima Kostrad seperti Ryamizard dan Prabowo atau bisa juga Hartomo jadi Kasad. Bukan tidak mungkin pula Hartomo melampaui Ryamizard dengan menjadi Panglima TNI.

Beberapa tahun ke depan, para perwira generasi Hartomo memasuki masa-masa puncak. Sangat boleh jadi banyak kawan-kawannya yang akan menduduki posisi penting di TNI. Sementara Hartomo barangkali hanya mampu berada di pinggiran.

(Sumber : tirto.id )

Karir Jendral Hartomo

Mayor Jenderal TNI Hartomo adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang saat ini menjabat Dosen Unhan. Sebelumnya sejak 25 Januari 2019 sampai dengan 31 Oktober 2019 mengemban amanat sebagai Staf Khusus Kasad. Hartomo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1986. Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat

Pada tahun 2003, saat berpangkat sebagai Letnan Kolonel, Hartomo divonis selama 3 tahun 6 bulan penjara dan dipecat atas keterlibatannya memberikan instruksi pembunuhan terhadap Theys Eluay. Theys merupakan pimpinan dewan adat Papua yang ditemukan tewas pada tahun 2001 dalam perjalanan pulang setelah melakukan kunjungan ke markas Kopassus.

 

Riwayat jabatan

  • Kasiops Grup-1 Kopassus (1996-1997)
  • Komandan Grup 1/Parako (2009-2010)
  • Komandan Resimen Siswa Secapaad (2010-2011)
  • Komandan Pusat Pendidikan Infanteri Pussenif[3] (2011-2012)
  • Komandan Secapad (2012-2013)
  • Komandan Pusat Intelijen AD (2013-2015)
  • Gubernur Akmil (2015-2016)
  • Kepala Bais TNI (2016-2017)
  • Danpusterad (2017-2019)
  • Staf Khusus Kasad (2019)
  • Dosen Unhan (2019-Sekarang)

(Sumber : Wikipedia.com)

 

(SM03)

 

 37 total views,  37 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan