Jokowi Akan Luncurkan Kopi Papua Yang Diburuh Mancanegara

Jayapura ,Suaramambruk.com — Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Usah Kecil Menengah dan Tenaga Kerja menjadwalkan acara akan meluncurkan produk lokal kopi Papua di Jakarta pada 20 Oktober 2020.

“Peluncuran produk  kopi Papua diharapkan akan dilakukan Presiden Joko Widodo,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengan dan Tenaga Kerja Papua Omah Laduani Ladamay dalam webinar dengan badan usaha milik negara dan instansi terkait di Jayapura, Selasa (6/10).

untuk kopi jenis arabika Moneamani merupakan produksi kopi petani wilayah adat Meepago, salah satunya dari Kabupaten Dogiyai dan kopi lembah baliem Jayawijaya jenis jamaica blue mountain.

Harga jual kemasan kopi produk lokal Papua dijual di kota Jayapura bervariasi seusai kemasan dan ukurab sedang hingga besar mencapai Rp25 ribuan hingga Rp150 ribuan/kemasan .

( Kopi Arabica Dari Lembah Baliem , Papua ) Foto : Baliem Valley

 

Mengenal 3 Kopi Papua Paling Diburu di Mancanegara

Kunci kekhasan dan kenikmatan kopi Papua, karena pohonnya ditanam pada ketinggian 1.400 – 2.700 mdpl di pegunungan tengah Papua. Biji-biji kopi itu pertama kali diperkenalkan oleh para misionaris dan pemerintah Belanda.

“Kopi di Lembah Baliem, Wamena pertama kali diperkenalkan oleh dinas pertanian Belanda atau Departement Landbouw op Nederlandscg Niew-Guinea pada tahun 1960,” ujar Hari Suroto peneliti Peneliti Balai Arkeologi Papua.

Kepala dinas pertanian pada waktu itu van der Sluis sengaja memilih bibit kopi arabika terbaik dan berkualitas tinggi, yang didatangkan langsung dari Papua Nugini. Kopi ini dikenal dengan kopi Jamaica Blue Mountain, yang tanaman indukannya berasal dari Jamaika. Di Lembah Baliem, kopi ini pertama kali ditanam di Kurima dan Bokondini.

Persoalannya, kopi-kopi itu ditanam di wilayah yang terpencil. Alhasil, pengangkutannya saat panen menjadi sangat mahal. Bahkan harus menggunakan helikopter. Salah satunya kopi Amungme, karena hasil panennya harus diangkut dengan helikopter, dengan sewa US$3.000 per satu jam, membuat kopi Amungme menjadi mahal di pasaran. Berikut kopi-kopi Papua yang disukai di dalam negeri hingga mancanegara.

Kunci kekhasan dan kenikmatan kopi Papua, karena pohonnya ditanam pada ketinggian 1.400 – 2.700 mdpl di pegunungan tengah Papua. Biji-biji kopi itu pertama kali diperkenalkan oleh para misionaris dan pemerintah Belanda.

“Kopi di Lembah Baliem, Wamena pertama kali diperkenalkan oleh dinas pertanian Belanda atau Departement Landbouw op Nederlandscg Niew-Guinea pada tahun 1960,” ujar Hari Suroto peneliti Peneliti Balai Arkeologi Papua.

Kepala dinas pertanian pada waktu itu van der Sluis sengaja memilih bibit kopi arabika terbaik dan berkualitas tinggi, yang didatangkan langsung dari Papua Nugini. Kopi ini dikenal dengan kopi Jamaica Blue Mountain, yang tanaman indukannya berasal dari Jamaika. Di Lembah Baliem, kopi ini pertama kali ditanam di Kurima dan Bokondini.

Persoalannya, kopi-kopi itu ditanam di wilayah yang terpencil. Alhasil, pengangkutannya saat panen menjadi sangat mahal. Bahkan harus menggunakan helikopter. Salah satunya kopi Amungme, karena hasil panennya harus diangkut dengan helikopter, dengan sewa US$3.000 per satu jam, membuat kopi Amungme menjadi mahal di pasaran. Berikut kopi-kopi Papua yang disukai di dalam negeri hingga mancanegara.

Dalam sejarahnya, kopi arabika yang ditanam di Dogiyai, bibitnya didatangkan dari Papua Nugini. Sedangkan kopi Papua Nugini sendiri, bibitnya didatangkan langsung dari Kingston, Jamaika. Sehingga kualitasnya tidak jauh beda dengan kopi Jamaica Blue Mountains, jenis kopi arabika premium terbaik di dunia. ( SM01)

 81 total views,  81 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan