Perang Suku Selama 3 Hari , 2 Kelompok Di Jayawijaya Sepakat Berdamai

Suaramambrukdotcom –Dua kelompok warga di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, sepakat berdamai setelah sempat berperang selama tiga hari terakhir. Kesepakatan damai dilakukan kedua belah pihak di Mapolres Jayawijaya.”Kemarin kami melakukan pertemuan di Polres dan terima kasih kepada kedua pihak yang telah sepakat berdamai,” ujar Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen di Wamena, Minggu (13/8/2020).

Dia mengatakan, kedua pihak sepakat berdamai karena hingga saat ini mereka belum mengetahui pelaku pembakaran rumah tradisional atau honai yang memicu terjadinya perang.”Kalau mau dituduhkan ke Pelebaga tidak mungkin karena jaraknya cukup jauh sehingga setelah dialog, masyarakat bisa mengukur sendiri  ternyata ada kekeliruan jika menuduh kelompok sebelah yang membakar,” katanya.

Dari mediasi tersebut, kedua pihak paham perang hanya membawa penderitaan bagi masyarakat.”Saya sampaikan terima kasih kepada kedua kelompok yang sepakat mengakhiri perang. Terima kasih juga kepada anggota Polres Jayawijaya, Brimob yang jatuh bangun menjaga keamanan di perbatasan dua kampung,” ucap Kapolres.

Kepala Suku Perang Kampung Wukahilapok Lukas Wuka mengatakan, sudah memerintahkan warganya yang siaga perang untuk kembali ke kampung masing-masing.”Kami tidak perang lagi. Selaku kepala suku Kampung Wukahilapok di Distrik Pelebaga, saya tidak akan perintah perang lagi,” katanya.

Sementara Kepala Suku Perang Kampung Meagama Simeon Elopere mengaku kecewa karena mereka tidak melanjutkan perang. Namun sebagai umat beriman, mereka menyerahkan semua kepada Tuhan.”Ketidakpuasan itu kami serahkan kepada Tuhan. Nanti Tuhan yang atur demi kebersamaan, keamanan, kenyamanan maka saya selaku kepala perang Kampung Meagama, Distrik Hubikosy, perang berakhir pada Sabtu dan tidak akan berlanjut lagi,” ujarnya. (SM02)

 2 total views,  2 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan