LP3BH : Apresiasi Sidak Kajati Papua Barat

Jalan kaki Kajati Papua Barat Yusuf, SH, MH ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari hari ini (Kamis, 16/7/2020). Foto .dok :AdluSun, Kongkrit.com

Suaramambrukdotcom –Sebagai sesama pejabat penegak hukum di Manokwari dan Propinsi Papua Barat Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari , Yan Christian Warinussy,SH mengapresiasi langkah “sidak” (inspeksi mendadak) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat Yusuf, SH, MH ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari hari ini (Kamis, 16/7).

” Saya kira langkah ini tidaklah berlebihan, karena latar belakang Bapak Yusuf sebagai jaksa senior berlatar belakang intelijen.Sehingga senantiasa mencari informasi dari tangan pertama untuk merancang kebijakan sebagai pimpinan Kejaksaan di Papua Barat. Langkah Bapak Kajati Papua Barat hari ini menjadi “respon cepat “,KataWarinussy

” Pimpinan Kejati Papua Barat atas pernyataan saya sehari kemarin di beberapa media online yang menyoroti “perlakuan” Kejari Manokwari terhadap seorang Kepala Bagian Keuangan Kejari Manokwari,” Kata Sambung Warinussy

Pengacara yang Selalu membela Tahan Politik Ditanah Papua Mengatakan , Ia sendiri bertemu langsung dengan pegawai kejaksaan anak asli Papua asal Kampung Tablanusu-Jayapura Utara ini sekitar 3 (tiga) bukan lalu. Rupanya anak asli Papua yang memiliki kecakapan di bidang keuangan ini baru saja dimutasikan dari Jakarta ke Manokwari. Sayang sekali, karena sejak ketemu 3 (tiga) bulan lalu itu, anak asli Papua ini justru tidak menjalankan tugas sehari-harinya mengurus keuangan di Kantor Kejari Manokwari. Melainkan dia justru “disuruh” mengantar-jemput tahanan pidana umum untuk mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1B Manokwari.

Sungguh miris melihat hal seperti ini, sebagai seorang Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Papua,” saya sedang menyelidiki apakah tindakan saudara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manokwari terhadap saudara Somisu sebagai Kabag Keuangan Kejari Manokwari ini termasuk kategori tindakan yang menjurus kepada diskriminasi rasial terhadap Orang Asli Papua (OAP) ?,” Kata Yan dalam Reles Press ke suaramambruk.com (16/07/2020)

Sidak Kajati Papua Barat

Sidak Kajati Papua Barat Yusuf, SH, MH ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari hari ini (Kamis, 16/7/2020). Foto .dok :AdluSun, Kongkrit.com

Sebelumnya Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat melakukan kunjungan Pimpinan perdana ke Kejaksaan Negeri Manokwari dengan berjalan kaki dari kantor Kejati di Eks Kantor Bupati ke Kantor Kejari dengan di dampingi ajudan dan sejumlah awak media.

Saat tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Manokwari, Kajati langsung meninjau beberapa fasilitas seperti pos penjagaan security, Mobil penyuluhan Hukum Keliling, Mobil Tahanan dan barang bukti Mobil terbakar yang ada di parkiran. Selanjutnya Kajati mendatangi ruangan para kepala seksi dan beberapa ruangan fasilitas milik Kejari Manokwari.

“Saya dapat informasi salah satu Pengacara di Manokwari mengkritik Pimpinan Kejaksaan Negeri Manokwari karena memutasi Kaur keuangan, apalagi yang Dimutasi merupakan orang asli Papua,” Kata Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Yusuf, SH, MH Kamis 16 Juli 2020. ( Sperti Dilansir Kongkrit.com

Lebih lanjut kata Kejati, hal ini harus di respon dengan baik.

“Ini berarti kalian dilihat orang luar yang mengamati kinerja kalian, makanya saya putuskan ke sinielihat apa benar bendahara yang dimutasikan atau bagaimana, apalagi dia di asumsikan orang asli Papua ini berarti bertentangan dengan kebijakan saya, sedangkan saya terus mendorong agar Orang Papua memimpin di Negerinya Sendiri,” jelasnya.

Setelah mendapat informasi bahwa jabatan Kaur keuangan masih tetap melekat pada yang bersangkutan sembari diberikan tugas perbantuan mengawal Tahanan, Kejati kemudian menegaskan agar yang bersangkutan jangan lagi diberikan beban ganda.

“Kalau begitu dipulihkan saja, dia tetap kaur keuangan, tugas perbantuan diberikan kepada orang lain untuk mengawal tahanan,” kata Yusuf, SH saat memimpin pertemuan singkat dengan para Kepala Seksi dan staf pegawai di Kejaksaan Negeri Manokwari.

Selain itu Kepala Kejaksaan Tinggi juga melakukan pengecekan terhadap kinerja beberapa Kepala Seksi, seperti Kepala Seksi Pidana Khusus saat ditanya Kejati, ia mengakui bahwa hingga saat ini belum ada kasus tindak pidana korupsi baru yang ditangani.

“Masa ndak ada kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Manokwari, padahal wilayah cakupan membawahi 4 Daerah,” Kata Kejati.

Dia mengingatkan jangan sampai kasus-kasus korupsi di wilayah kerja Kejaksaan Manokwari justru di tangani Kejaksaan Tinggi.“Jangan Sampai di tangani oleh Kejat, saya sudah memiliki beberapa target dan saya pastikan semua darah ada tentu yang kasus prioritas menyangkut pelayanan, jadi kalian lihat lah bagaimana kondisi ini terutama mengenai keresahan masyarakat,” pesan Kejati kepada Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Manokwari.

Dia menambahkan bahwa Bayangkan penyidik Polri ditingkat Polres bisa menangani perkara Korupsi namun di Kejari tidak ada, “Bagaimana perasaan kalian, rasa itu paling penting tetap bergerak dan berkarya,” jelasnya.

Dalam kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat ke Kantor Kejaksaan Negeri Manokwari, Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari T. Bandjar tidak berada di tempat, sedangkan turut menyambut Kajati hanya terlihat para kepala seksi dan staf Kejaksaan Negeri. (SM01)

 7 total views,  7 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan