Pengacara Wahyu Setiawan Minta Hadirkan Gubernur Papua Barat Di Persidangan

Dok.Foto : Jogja.kabardaerah.com

Suaramambrukdotcom — Saiful anam , kuasa hukum mantan komisioner komisi pemilihan umum ( KPU ) RI Wahyu Setiawan , mendesak komisi pemberantasan korupsi ( KPK) untuk menghadirkan Gubernur Papua Barat , Dominggus Mandacan dalam dugaan suap yang menjerat kliennya .Saiful beralasan , ada fakta persidangan yang mengungkapkan keterlibatan Gubernur Dominggus dalam perkara tersebut .Sperti terungkap dalam tindak pidana korupsi ( Tipikor ) Jakarta , kamis ( 9/7/2020)

Mantan Sekretaris KPU Papua Barat Rossa Muhammad Thamrin Payapo mengakui telah mentransfer uang sebesar Rp.500 Juta kepada Wahyu Setiawan melalui rekening istrie dari sepupuhnya ,Uang yang diakui thamrin berasal dari Gubernur Papua Barat , Dominggus Mandacan tersebut terkait dengan proses seleksi calon anggota KPU Propinsi Papua Barat Periode 2020 -2025. Diduga , uang itu diberikan kepada Wahyu yang diyakini dapat membantu dalam proses seleksi agar ada orang asli papua yang lolos menjadi anggota KPU Papua barat . Keterangan Muhammad Thamrin itu sesuai dengan dakwaan jaksa penuntut umum ( JPU) KPK Takdir Suhan , yang dibacakan dalam persidangan sebelumnya .

“dalam keterangan di persidangan , Mantan Sekretaris KPUD Papua Barat mengaku dugaan uang suap tersebut disedikana atau berasal dari Gubernur Papua Barat . Karena itu , kami meminta agar Gubernur Dominggus dihadirkan dalam persidangan . sangat aneh kalau dia tidak tersentuh . keterangannya diperluhkan agar fakta persidangan tidak terputus ,” kata Saiful Anam , dalam keterangan kepada awak media sabtu ( 11/7/2020 ).

Gubernur Papua Barat Akan Dipanggil KPK

(Pelaksana Tugas ( Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri Di Gedung KPK)

Terpisah , Pelaksana Tugas ( Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan , tidak tertutup kemungkinan KPK menghadirkan saksi –saksi lain yang tidak ada dalam berkas perkara , termasuk Gubernur Papua Barat . Namun , ia meminta masyarakat untuk mengikuti terlebih dahulu persidangan yang saat ini sedang berlangsung .
Seperti diketahui , wahyu setiawan saat ini menjadi terdakwa dalam kasus yang lain bersamaan kader PDID Perjuangan Agustiani Tio Fridelina . keduanya didakwa menerima suap Rp.600 juta dari kader PDIP Harun Masikun agar mengupayakan pergantian antarwakru ( PAW) Anggota DPR RI Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera selatan ( Sumsel ) 1 kepada masiku.

Belakangan diketahui , Wahyu juga diduga menerima suap atau gratifikasi dari Gubernur Papua Barat terkait proses seleksi anggota KPUD Papua Barat tadi.Menurut Ali Fikri , dalam persidangan jaksa KPK akan membuktikan rangkaian perbuataan wahyu maupun pihak lain sperti Dominggus Mandacan , juga Rosa Muhammad Thamrin payapo . jika fakta – fakta persidangan terungkap dengan pertimbangan putusan majelis hakim , maka terbuka kemungkinan KPK akan menetapkan pihak lain sperti Dominggus Maupun Thamrin sebagai Tersangka .

“ Jika fakta – fakta persidangan nanti terkonfirmasi dan diperkuat pula dengan pertimbangan putusan majelis hakim serta berdasarkan analisa mendalam ditemukan dua bukti permulaan yang cukup , maka KPK tentu tidak segan menetapkan pihak lain sebagai tersangka “ Ujar Ali

belum lama ini untuk diketahu seleksi anggota KPU Papua barat awalnya dikuti 70 peserta dimana 33 peserta diantaranya merupakan orang asli papua (OAP). Proses berjalan hingga mengerucut menjadi delapan perserta dengan tiga orang OAP , Yakni : Amus Atkana , Onesimus Kambu , dan Paskalis semunya . tahap terakhir adalah memilih lima dari depan peserta orang itu sebagai anggota KPUD.

Seiring dengan maraknya desakan dari masyarakat , Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengupayakan agar OAP yang terpilih . Thamrin diminta melobi wahyu setiawan yang saat itu menjadi korwil KPU Pusat untuk Papua Barat , Sehingga berlanjut ke pemberian fulus ata nama Ika Indrayani ( IStrie Sepupu Wahyu ) Di Bank BCA , Pada 7 Januari 2020 .(SM01)

 21 total views,  21 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan