Demo Ke Kejati Papua , Minta Bupati Waropen Ditahan

Suaramambrukdotcom — Massa mengatasnamakan Aliansi Peduli Pembangunan Kabupaten Waropen ( AP2KW) melakukan unjuk rasa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua. Mereka meminta Kejati Papua menahan Bupati Waropen, Yermias Bisai yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi gratifikasi Rp 19 miliar.

“Kejati Papua kan sudah menetapkan Bupati Waropen, Yermias jadi tersangka, tetapi kenapa belum ditahan? Itu yang kami perlu penjelasan dari Kajati,” ujar Sekretaris AP2KW, Robert Demianus Niki kepada wartawan disela-sela aksi demo di Kantor Kejati Papua, Kamis (9/7/2020).

Selain soal gratifikasi, Demianus menyebut, terdapat masalah pemberian hak-hak aparatur sipil negara (ASN). “Yang terjadi di masa kepemimpinan Bupati ini, hak-hak ASN juga banyak yang disunat, seperti TPP, ULP dan tunjangan-tunjangan lainnya. Jadi kalau bupati ini masih dibiarkan (tidak ditahan) akan semakin banyak orang yang menderita di Waropen,” ujar Demianus.

Pendemo tidak ditemui oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Papua tapi hanya ditemui Asintel Kejati papua. Pendemo menyerahkan map yang menurut Deminaus merupakan bukti-bukti dugaan korupsi.

“Kami sangat kecewa tidak bisa ketemu Kejari. Jadi kami hanya ketemu Asintel Kejati dan kami menyerahkan berkas-berkas,” katanya.

Sementara itu, Aspidsus Kejati Papua, Alex Sinuraya mengatakan, Kajati Papua tidak mau menerima pendemo setelah diketahui bahwa demo AP2KW tidak memiliki izin dari kepolisian. “Sebenarnya tadi Pak Kajati mau menemui pendemo, tapi setelah ada laporan kalau mereka tidak memiliki ijin dari Polisi, akhirnya Kajati perintahkan Asintel menemui mereka,” ujar Alex.

Alex menjelaskan, masalah penyidikan kasus dugaan gratifikasi Bupati Waropen masih berjalan. “Proses penyidikan berjalan, namun akibat pandemi COVID-19 pemerintah melakukan PSBB, akhirnya proses terganggu,” jelas Alex.

Alex belum menjelaskan kapan Yeremias akan ditahan. Ada beberapa protokol yang disebut Alex perlu dijalankan.

” Untuk pemanggilan saja sekarang ini kami harus hati-hati akibat COVID-19. Dan pemanggilan tersangka juga tidak boleh kami umumkan ke publik. Intinya penyidikan kasus ini masih terus berjalan,” paparnya. ( SM02)

 

 2 total views,  2 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan