HUT OPM : Pengibaran Bendera Di Bali ,Sejumlah Aksi Damai Terjadi Diluar Papua

Suaramambrukdtocom – Hari 1 Juli dikenal sebagi Hut Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) sejumlah pengamanan di sejumlah daerah di papua dan Papua Barat lebih diperketat . Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi menjelaskan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, patroli gabungan dilakukan dengan skala besar. “Sebanyak 421 personel disebar untuk melakukan patroli gabungan mengantisipasi situasi kamtibmas di Manokwari,jelang 1 Juli yang biasa diklaim sebagai HUT OPM bagi kelompok yang masih berseberangan dengan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI)” Kata Adam

Sementara Itu Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw  telah menyiapkan sejumlah langkah dalam mengantisipasi hal ini, misalnya dengan menggelar kekuatan di daerah tertentu untuk mengantisipasi upaya memperingati hari tersebut. “Ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu merupakan agenda tahunan, jadi kami juga sudah melakukan upaya dan langkah secara baik dan terkoordinasi dengan semua unsur,” kata Paulus, Senin (29/6/2020), Seperti dilansir Kumparan.com

Dari pantau Redaksi suaramambruk.com ada sejumlah daerah kota besar di Indonesia  yang tampak aksi demo Hut Organisasi papua Merdeka tetap di laksanakan dengan pengawalan ketat menerapkan protocol pencegaha covid 19 ( 01/07/2020) ,  seperti :

Aksi Malang

Dimalang  Aksi Turun Jalan Aliansi Mahaiswa Papua ( AMP) Kota Malang  dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua. Terjadi di perempatan Jalan Basuki Rahmat atau kawasan Rajabali, Rabu 1 Juli 2020. Akibat aksi unjuk rasa tersebut,  jalan dari empat arah terpaksa sempat diblokade dan dialihkan oleh petugas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.Blokade jalan dimulai dari Jalan Kahuripan menuju arah Jalan Semeru dan Jalan Semeru menuju Jalan Kahuripan. Sementara Jalan Jenderal Basuki Rahmat diblokade dari kedua arah. Akibat blokade tersebut, arus lalu lintas dari keempat arah tersebut sempat mengalami kemacetan. “Empat sisi jalan memang ditutup. Dari arah Jalan Semeru, Jalan Kahuripan, dan Jalan Basuki Rahmat,” jelas Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution

Sementara itu, meskipun dalam sempat terjadi aksi saling dorong dan aksi provokatif, bahkan sempat terdapat satus seorang anggota polwan yang pingsan, beruntung polisi bisa bersabar dan menahan diri. Sehingga jalannya aksi unjuk rasa berjalan cukup terkendali sampai akhir Selain itu, saat aksi dorong, pasukan Asmaul Husna juga sempat menghadang para mahasiswa Papua.

“Walaupun anggota dipancing dengan ucapan ataupun dengan sentuhan ke badan, kami tidak terpancing. Ini sudah kami tekankan betul (untuk tidak terprovokasi),” tambah Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata.

Meskipun aksi unjuk rasa itu tidak disertai pemberitahuan kepada pihak berwajib, petugas tetap memberikan pengamanan dengan baik. “Tadi masih kami beri jalan untuk menyampaikan aspirasinya. Kami berharap ke depan mereka bisa saling menghormati kita, TNI Polri dan juga teman-teman Papua,” pungkasnya.

 

Aksi Disurabaya

Sebanyak 44 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi peringatan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua Barat di Surabaya, Rabu (1/7). Massa aksi berjalan kaki dari asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan hingga depan Gedung Negara Grahadi sejak pukul 07.00-11.00 WIB. Aksi ini berlangsung tertib . Dalam aksinya, salah satu perwakilan AMP, Yoab Orlando menyampaikan lima tuntutan kepada Pemerintah Indonesia. Pertama, NKRI dimintai mengaku bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah pejuang Papua Barat. “Bukan kelompok atau pelaku kriminal bersenjata,” tegasnya melalui sambungan telepon

Kemudian, AMP mendesak pemerintah segera menarik TNI/Polri yang ada di kawasan Papua Barat. Juga menghentikan seluruh aktivitas eksplorasi sumber daya alam (SDA) oleh perusahaan multinasional di Papua Barat. “Seperti PT Freeport dan lain-lain dari seluruh tanah Papua Barat

juga meminta agar jurnalis, baik lokal, nasional hingga internasional diberi akses masuk ke Papua Barat. Segera berikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa West Papua ,Menuntut pemerintah (Indonesia) mengakui bahwa bangsa West Papua sudah pernah berdaulat bertepatan di tanggal 1 Juli ini hari proklamasinya

Aksi Dibali

pengibaran Bendera Bintang Kejora terjadi di salah satu Asrama di Bali. Tampak kelompok yang menamai diri Aliansi Mahasiswa Papua ( AMP) Kota Bali , mereka juga  pembacaan Teks Proklamasi 01 July serta membacakan Pernyataan sikap. Menyikapi 01 July 1971-2020 yang ke 49 Tahun Proklamasi West Papua dan berikan demokratis Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi bangsa West Papua. Sperti yang Di Posting Akun Facebook dengan Nama Koran Kejora

 

Aksi Dikupang

Aksi Turun Jalan dilakukam Aliansi Mahasiswa Papua ( AMP ) Kota  Kupang dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua.  beberapa mahasiswa mengunakan pakai serba hitam meyuarakan aksi meminta sejumlah tahan polik papua dibebaskan ,berikan hak untuk menentukan nasib sendiri . tanpa sejumlah polisi berjaga

 

Aksi Dimakassar

pembubaran aksi anti rasisme di Makassar oleh Organisasi Masyarakat terjadi  Pada pukul 15:00 WITA massa aksi Aliansi AMARA PAPUA berkumpul di depan kampus universitas muslim indonesia bersiap menuju titik aksi di Fly Over Makassar. Namun Sekitar pukul 16:00 WITA saat massa aksi hendak bergerak menuju titik aksi . massa mendapat hadangan oleh ormas yang tidak dikenal hingga terjadi adu mulut antara massa aksi dan ormas. Massa aksi AMARA PAPUA terdesak hingga masuk  kedalam kampus UMI.  namunSekitar  pukul 16:19 polisi mulai datang dan masuk menemui massa aksi lalu dan berdialog dengan massa aksi.  Kemudian Pada pukul 16:45 WITA massa aksi AMARA PAPUA di angkut menuju Polrestabes Makassar menggunakan mobil dalmas kepolisian. ( SM 01)

 14 total views,  14 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan