Walikota : Rumah Peribadatan Di Kota Sorong  Kembali Diaktifkan

Suaramambrukdotcom — Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau,M.M telah mengeluarkan himbauan teknis tentang tata cara peribadatan umat beragama di rumah peribadatan masing-masing selama pandemi Covid-19 di Kota Sorong.

Hal ini untuk menyikapi era baru dengan perkembangan covid-19 sebagaimana diintruksikan pemerintah pusat.

Kini aktivitas peribadatan antar umat bergama yang berada di kota Sorong, baik Islam, Kristen Protestan, Kristen Khatolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu telah diperbolehkan kembali.

Kebijakan tersebut, berdasarkan instruksi yang dieluarkan pemerintah daerah melalui Surat edaran Walikota Sorong nomor : 450/295 tentang Aktivitas Peribadatan Umat Beragama di Kota Sorong selama pandemi Covid-19.

“Semua umat beragama boleh beribadah, tapi harus memperhatikan protokol kesehatan dan instruksi yang di anjurkan oleh pemerintah melalui surat itu,”ujar Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau,M.M, Kamis (28/5).

Adapun himbauan protokol keseharan yang harus ditaati adalah jumlah umat yang beribadah dibatasi maksimal 50 orang sekali beribadah.

Sebelum memasuki tempat peribadatan harus dilakukab pengecekan suhu tubuh, dan setiap tempat ibadah wajib menyediakan tempat untuk mencuci tangan.

Selain itu, jarak antara umat yang melakukan peribatan minimal satu meter. Kemudian sebelum dan pelaksanaan ibadah wajib untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di area tempat ibadah. Jalannya ibadah di rumah ibadah dapat menggunakan pengerah suara.

“Tempat lain bisa ditutup tapi ini adalah nafas, beribadah kepada Tuhan karena nafas kita di tangan Tuhan. Saya mohon kepada pimpinan umat beragama tolong perhatikan instruksi yang saya keluarkan,” Ujar Walikota Sorong. (SM 02)

 10 total views,  1 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan