Kapolda Papua : Serangan OPM Dipapua , Ada Permainan Oknum

Suaramambrukdotcom — Belakangan ini kelompok organisasi Papua Merdeka ( OPM ) di Papua sering menyerang aparat keamanan dan masyarakat. Polisi telah mendeteksi adanya pihak-pihak yang menunggangi OPM.

“Ketika kita lakukan penindakan terhadap para pelaku, mereka (OPM) dengan alasan ingin merdeka, siapa yang suruh mereka berjuang. Perjuangan apa yang dilakukan. Jadi jangan terjebaklah hal-hal seperti itu. Kasihan masyarakat,” kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw di Mapolda Papua, Jumat (29/5/2020).

Paulus, yang ditunjuk sebagai Kepala Pengendali Operasi dan Penindakan KKB di Papua, lebih jauh mengatakan pihaknya telah mengetahui dalang penyerangan. Hal itu terungkap setelah memeriksa salah satu tersangka yang merupakan pemasok logistik bagi KKB di Timika, IS.

“Kami tahu ini kerja dari para pihak. Siapa itu para pihak, kami sudah tahu. Saya sudah perintahkan Direskrim untuk mengungkap secara terbuka siapa itu para pihak yang terlibat dalam kejadian di Papua,” tegasnya.

Kapolda mengatakan suatu saat pihaknya akan mengungkap secara terang-terangan oknum siapa yang menunggangi OPM hingga terjadinya aksi-aksi kekerasan di Bumi Cenderawasih.

“Jadi nanti akan kami ungkap secara lengkap dan benar. Jadi semua hanya permainan dari oknum-oknum saja, saya sudah tahu. Sudah ada gambaran-gambaran yang jelas, ada oknum yang terbuka maupun oknum tertutup. Saya tidak perlu jelaskan sekarang,” tegasnya.

Pemasok senjata Ke OPM Ditangkap

Polisi menangkap enam orang yang diduga kuat sebagai pemasok bahan makanan dan amunisi kepada Tentara Pembebasan Nasional Organiasi Papua Merdeka (TPN-OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (OPM ) pimpinan Hengky Wamang di Timika, Papua.

Enam orang itu yakni berinisial YW, RM, EN, NM, EM, dan IM. Kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Mimika pasca ditangkap, Selasa 7 Maret 2020 lalu. Mereka disinyalir menyuplai logistik Kelompok OPM wilayah Kali Kopi, kawasan PT. Freeport Indonesia.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menegaskan, pihaknya akan lebih fokus mengejar aktor yang mendesain kekerasan yang dilakukan Kelompok OPM terhadap aparat keamanan dan pekerja serta warga sipil.

Menurutnya, berbagai aksi yang dilancarkan Kelompok OPM selama ini tidak berlangsung secara spontan, melainkan dipersiapkan sekelompok orang.

“Kelompok di balik aksi inilah yang mengendalikan perang itu. Dalam tradisi masyarakat gunung, mereka disebut Wainemung, pengendali. Ketika itu belum tertangkap maka akan terus kami kejar,” kata Waterpauw usai memantau stok kebutuhan bahan makanan pokok di Jayapura, Kamis 9 Maret 2020.

Dia mengatakan, upacara adat bakar batu hanyalah modus yang digunakan Kelompok OPM untuk menggalang kekuatan dari masyarakat. Mengingat, upacara tersebut dianggap sakral oleh masyarakat tradisional di Pegunungan Tengah Papua.  Dalam upacara itu pula Kelompok OPM berkesempatan membuat komitmen bersama warga, setelah makan bersama.

Jenderal Polisi yang dua kali memimpin Polda Papua ini enggan membeberkan hasil pemeriksaan sementara dari enam warga pemasok logistik dan amunisi ke Kelompok OPM tersebut.

Ia memberikan apresiasi kepada anggotanya yang telah berhasil memutus suplai bahan makanan dan amunisi untuk Kelompok OPM selama ini.

“Memang ini tidak gampang. Mereka ini terorganisir dan saling bersinergi. Tetapi saya yakin cepat atau lambat aktornya ini bisa kami ungkap,” harap mantan Kapolda Sumatera Utara itu.

(SM03)

 11 total views,  11 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan