Wabah Corona : 500 Ribu Karyawan Pabrik Sepatu Dirumahkan dan KFC Tunda Gaji Serta THR

Suaramambrukdotcom-– Sektor industri ikut merasakan imbas ngeri Corona, salah satunya pabrik sepatu. Menurut data yang disampaikan Ketua umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, ratusan ribu karyawan pabrik sepatu dirumahkan.

Sementara itu data terkini yang terkena PHK baru 2.500 karyawan PT Shyang Yao Fung, produsen sepatu Adidas, yang berlokasi Tangerang.”Sudah dirumahkan hampir 500.000 orang, PHK baru yang di Tangerang,” tutur Eddy kepada detikcom.

Karyawan pabrik sepatu yang dirumahkan tersebut tersebar di Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur. Sedangkan jumlah karyawan pabrik sepatu di Indonesia mencapai 1 jutaan orang.

Eddy menjelaskan bagi karyawan yang dirumahkan, pihak pabrik tetap berupaya memberikan gaji dan THR. Selain pabrik-pabrik yang masih beroperasi tetap menjalankan prosedur pencegahan Corona sesuai ketentuan pemerintah.

Dia menambahkan, khusus untuk produsen sepatu Adidas di Tangerang yang PHK 2.500 karyawan, keputusan itu diambil berdasarkan beberapa alasan menurut surat pemberitahuan perusahaan yang diterima Aprisindo.

“Surat tersebut tersebut menyatakan bahwa mereka itu karena UMR terus menerus naik, dan banyak kendala sosial juga di Tangerang, banyak unjuk rasa, banyak biaya-biaya yang tidak bisa diduga, jadi mereka memutuskan PHK untuk yang Tangerang, kurang lebih 2.500 yang di-PHK,” ujar Eddy kepada , Sabtu (2/5/2020).

“Semuanya, pabrik ditutup dan karyawan 2.500 itu di-PHK,” sambung Eddy.

Selai itu, Eddy menambahkan, efek Corona juga mendorong perusahaan tersebut melakukan PHK.

“Karena memang Corona ini sendiri menjadi suatu kendala besar, sehingga mereka memutuskan daripada dirumahkan kan juga (biaya) besar, jadi sekalian di-PHK,” lanjut Eddy.

KFC Indonesia Tunda Gaji Serta THR Karyawan

Baru-baru ini, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) tepatnya pemegang merek KFC mengumumkan pemotongan gaji karyawan dan menunda pembayaran tunjangan hari raya (THR). Sebab operasional restoran cepat saji itu banyak yang tutup akibat masa pandemi virus Corona (COVID-19).

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat 97 gerai yang ditutup di berbagai kota di Indonesia.

“Perseroan menyampaikan bahwa terdapat 97 gerai Perseroan yang ditutup karena mal/plaza dinyatakan harus tutup karena dampak COVID-19, di mana hal tersebut juga dialami oleh seluruh tenant atau penyewa dalam mal/plaza yang tutup tersebut (bukan hanya Gerai kami),” demikian pernyataan yang ditandatangani Direktur PT Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono, dikutip Selasa (28/4/2020).

Di luar 97 gerai tersebut, sisanya masih tetap beroperasi dengan menutup dine-in dan tetap melayani pelanggan untuk pesanan take-away, layanan pengantaran online (ojol), home delivery, dan drive-thru.

Pihaknya juga menyampaikan telah disepakati suatu perjanjian bersama antara Perseroan dengan serikat pekerja PT Fast Food Indonesia, Tbk sehubungan dampak COVID-19 terhadap perusahaannya.

“Untuk para pekerja Perseroan yang bekerja, maka disepakati untuk melaksanakan penyesuaian beban upah selama periode wabah COVID-19. Penyesuaian beban upah tersebut dilakukan dengan mekanisme penurunan dan penundaan beban upah yang bervariasi dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior ke atas,” jelasnya.

Pihaknya pun menerapkan kebijakan penjadwalan kerja dan merumahkan sebagian pekerjanya dengan ketentuan, pekerja yang masuk tidak dikenakan pemotongan upah namun dikenakan penundaan sebagian kecil pembayaran upah.

“Untuk pekerja store level dirumahkan akan menerima pemotongan upah dan penundaan sebagian kecil pembayaran upah,” lanjutnya.

Perusahaan bersama karyawan juga menyepakati penyesuaian pembayaran THR.

“Telah disepakati untuk melaksanakan penyesuaian pembayaran THR dengan mekanisme penurunan dan penundaan pemberian THR yang bervariasi dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior ke atas,” tambahnya.

 

 3 total views,  3 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan