Luhut B Pandjaitan Diminta Hentikan Semua Operasional Kapal Penumpang

Suaramambrukdotcom– – Menteri Perhubungan ad interim, Luhut Binsar Pandjaitan diminta  menghentikan sementara operasional kapal penumpang selama pandemi Covid-19 di Indonesia. Penghentian itu perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 lebih luas lagi.

Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menjelaskan, saat ini pemerintah perlu membuat kebijakan tegas untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19 khususnya lewat transportasi laut. Penyebaran di kapal penumpang dinilai lebih cepat dibandingkan penyebaran di moda transportasi lain.

 

“Penyebaran di kapal ini lebih cepat karena sirkulasi udara yang terbatas serta area kapal yang sempit. Jadi sangat rentan terjadi penularan antar satu penumpang dengan penumpang lain,” ujarnya, Senin (13/4/2020).

Menurutnya, pemerintah harus belajar dari kejadian di beberapa kapal pesiar dan kapal perang Amerika Serikat yang pelautnya tertular virus corona. Oleh karena itu, harus dilakukan antisipasi dengan menghentikan sementara operasional kapal penumpang.

“Kapal penumpang yang dioperasikan PT Pelni atau pihak swasta harus dihentikan sementara. Kapal-kapal penumpang penyebarang di Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk dan lain-lain juga harus dihentikan. Yang diperbolehkan harusnya hanya kapal-kapal yang membawa barang,” tegasnya.

“Kesehatan jauh lebih penting, baik kesehatan penumpang maupun anak buah kapal. Jadi, mohon Pak Luhut memahaminya,” tutup Siswanto. (Mus)

26 Anak Buah Kapal Km.Lambelu , Positif Corona

tenaga medis memeriksa para anak buah kapal (ABK) KM Lambelu hari ini. Hasil pemeriksaan akan dirilis oleh pihak Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel).

“Rencana pemeriksaan memang betul hari Senin tapi karena kapalnya ditunda, sehingga pemeriksaan dilakukan hari ini sesuai rencana awal dan dilakukan di atas kapal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah T Azikin kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).”Tidak ada yang boleh turun ke darat, kapal masuk dalam zona karantina,” tambahnya.

Dia mengatakan hasil pemeriksaan terhadap ABK KM Lambelu akan segera dirilis oleh pihak Pemprov Sulsel. “Hasilnya akan dirilis oleh Kadinkes Provinsi. Semua ABK yang positif dan yang lainnya saat ini sudah dilakukan isolasi mandiri di kapal selama 14 hari,” ujarnya.

Sebelumnya, sudah ada 42 ABK yang sudah menjalani tes swab dan hasilnya ada 26 anak buah buah kapal (ABK) KM Lambelu dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Untuk antisipasi penyebaran virus ini, para ABK yang terpapar menjalani isolasi mandiri di atas kapal. Diketahui, KM Lambelu memiliki 141 ABK.

“Saat ini seluruh petugas kapal menjalani isolasi secara mandiri di atas kapal dengan jarak 2 mil dari darat dengan pengawasan yang ketat dari manajemen dan otoritas pelabuhan serta Kantor Kesehatan Pelabuhan di Makassar,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro.

“Mengingat para petugas kapal bertugas untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat maka mereka selalu bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Ada kemungkinan para petugas terjangkit dari pembawa virus (carrier) karena petugas selalu berada di atas kapal, ” tambah Yahya.

Saat ini, pihaknya juga terus melakukan peningkatan pengawasan terhadap kesehatan seluruh petugas kapal. Yahya menjelaskan bahwa Manajemen juga akan memberikan batasan ruang gerak bagi para penumpang yang naik ke atas kapal milik Pelni.

“Demi keamanan dan kenyamanan bersama serta guna meminimalisir interaksi antara petugas dengan penumpang, maka Manajemen akan menerapkan kebijakan bagi penumpang untuk diberikan akses pada dek tertentu saja,” tambahnya.

 

 

 20 total views,  20 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan