Tim Investigasi Gabung , LP3BH Manokwari Minta Komnas Ham Dilibatkan

Suaramabrukdot.com –Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Provisi Papua didesak ikut terlibat dalam investigasi kasus penembakan yang diduga melihatkan oknum TNI di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, yang menewaskan tiga (3)  dan 2orang Anggota Polri luk tembak saat bentrokan dengan TNI, Minggu (12/4/2020) pagi waktu setempat.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy“Sebagai salah satu Advokat bagi Pelaku Ham Di Tanah Papua, saya mendesak Kepala Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Provinsi Papua untuk terlibat dalam melakukan investigasi kasus dugaan tersebut.” katanya”

Dia melanjutkan, akibat dari peristiwa itu diberitakan menewaskan 3 (tiga) orang bhayangkara Polri dan 2 (dua) lainnya luka-luka.“Komnas HAM Perwakilan Papua perlu melibatjan diri membantu Polda Papua dan Kodam VII/Cenderawasih dalam investigasi atas peristiwa hukum tersebut,” kata Yan dalam keterangan kepada media ini, Sinin (13/4/2020).

Di sisi lain, kiranya Panglima Kodam XVII/Cenderawasih dapat memberi akses yang luas bagi tim investigasi untuk mengungkap motif dari peristiwa tersebut. Sehingga dapat ditemukan fakta-fakta guna membuat terang proses hukum atas peristiwa tersebut. Sekaligus guna menentukan siapa yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

“Apakah pertanggung-jawabannya bersifat individual semata atau adanya keterlibatan unsur komando dari atasan oknum terduga pelakunya dari jajaran TNI yang bertugas di Kasonaweja saat itu,” tegas Yan Christian Warinussy dalam keterangan pers diterima media ini, Senin (13/4/2020).

Komnas Ham Papua

(Ditengah Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey )

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Provinsi Papua menilai insiden bentrok antara oknum anggota Satgas Pamrahwan 755/Yalet dengan anggota Polres Mamberamo Raya dapat mencoreng sinergitas TNI-Polri.Bahkan insiden yang mengakibatkan 3 anggota polisi meninggal dunia ini dinilai hanya di tingkat atas atau pimpinan sedangkan hal itu tidak berlaku di bawah.

“Kejadian ini sangat mencoreng sinergitas TNI dan Polri di masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa koordinasi antara TNI dan Polri di lapangan tidak membuktikan sinergitas antara Kapolda dan Pangdam. Masa komandan diatas bisa bersinergi, lalu di bawah tidak? Padahal cuma hal sepele saja sampai bisa tembak-menembak yang mengakibatkan ada korban jiwa. Ini sangat di sayangkan,” kecam Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, di Jayapura, Senin (13/4/2020) siang.

Ia mengaku, pasca kejadian itu Komnas HAM Papua pun mendapatkan dua laporan baik dari masyarakat dan keluarga korban.“Pasca kejadian itu, masyarakat merasa takut bahkan trauma dan kami sudah terima laporan resmi, sementara dari keluarga korban meminta agar para oknum pelaku penembakan untuk segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas

Pasca kejadian itu sendiri, menurut Frits, pihaknya akan melakukan investigasi flash back berdasarkan dua laporan yang diterima.“Kami akan berkoordinasi dengan Polda dan Kodam guna mengungkap fakta kejadian itu. Yang jadi permasalahan yakni siapa ojek itu sehingga bisa memicu pemukulan yang berbuntut pada kasus penembakan yang menewaskan tiga orang anggota Polres Mamberamo Raya,” tukasnya

Tim Gabungan

Kepolisian Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih membentuk tim gabungan guna mengusut penembakan terhadap lima anggota Polres Mamberamo Raya oleh anggota TNI pada Minggu pagi (12/4). Kapolda Papua, Paulus Waterpauw mengatakan tim gabungan akan menyelidiki di tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, dan kronologis yang sebenarnya.

Menurut Kapolda Papua, insiden yang terjadi di pertigaan Jalan Pemda I Kampung Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya berawal dari kesalah pahaman beberapa anggota polisi dan anggota TNI.

Akibatnya, tiga anggota polisi tewas tertembak dan dua lainnya mengalami luka-luka. Anggota polisi yang tewas, yakni Marcelino Rumaikewi yang mengalami luka tembak pada leher bagian kanan sebanyak satu kali, Yosias Dibangga, mengalami luka tembak pada bagian leher kiri sebanyak satu kali, dan Alexander Ndun yang mengalami luka tembak pada paha kiri.

Sementara dua anggota polisi yang terluka, yakni Alva Titaley, dengan luka tembak pada paha kiri sebanyak satu kali, dan Robert Marien mengalami luka tembak pada punggung belakang sebanyak tiga kali.”Saya dengan Bapak Pangdam, Pak Bupati, akan langsung ke TKP di Kasonaweja untuk melakukan konsolidasi. Jadi itu sangat situasional dan kita sesalkan itu terjadi,” kata Kapolda Papua.

Kapolda Papua mengatakan, korban luka dan korban meninggal dunia telah dievakuasi dari Kabupaten Mamberamo Raya ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Jayapura pada Minggu malam (12/4/2020).

 

 4 total views,  4 views today

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan