Israel Keluarkan Pendatang dan Rombongan Wisata Rohani

Suaramambrukdotcom— Israel mengeluarkan seluruh pelancong keluar setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan karantina dua pekan untuk semua pendatang demi menekan penyebaran viruscorona .Sonny Zaluchu, salah satu pendeta yang mendampingi rombongan WNI mengatakan semua wisatawan, baik yang tengah melakukan perjalanan rohani maupun yang non rohani diminta segera meninggalkan Israel. Seluruh hotel pun diminta untuk dikosongkan mulai Senin (9/3) waktu setempat.

Menurut dia, wisatawan yang berasal dari luar Israel dikeluarkan melalui pintu perbatasan di Mesir, karena pintu lain seperti di Yordania telah ditutup total sejak dua hari lalu.Khusus untuk di perbatasan Mesir sendiri, arus yang dibuka hanya diberikan untuk yang keluar Israel, sedangkan yang masuk tetap ditutup.

“Ini kita mendapat informasi bila kita diminta untuk segera keluar dari Israel. Seluruh hotel akan dikosongkan dari wisatawan mancanegara. Kami sendiri satu hotel dengan rombongan dari Spanyol dan Brasil, akhirnya disuruh keluar,” kata pendeta yang mendampingi rombongan wisata ke Tanah Perjanjian (Holyland), Senin (9/3) malam waktu setempat Seperti Dilansir Ruters .

Akibat kebijakan Israel tersebut, sejumlah rombongan WNI dan warga negara lain akhirnya menuju ke perbatasan Mesir melewati Taba dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Banyaknya wisatawan yang pulang ini membuat arus lalu lintas di sepanjang perjalanan macet, bahkan terjadi penumpukan orang di Terminal Taba, perbatasan Mesir.”Kita bersama rombongan WNI lainnya memilih menuju ke perbatasan Israel-Mesir di Taba. Waktu tempuh perjalanan sekitar 5 jam,

tapi tadi di tengah sempat terjadi kemacetan. Dan sekarang kondisi di Terminal Taba terjadi penumpukan orang. Kita masuk jam 23.00 waktu Mesir, dan baru selesai pemeriksaan imigrasi dan suhu tubuh pukul 01.300 waktu Mesir,” kata Sonny.

Selain kebijakan karantina, Israel telah memberlakukan pembatasan besar pada pelancong yang datang dari beberapa negara. Negara Yahudi itu melarang masuk ke hampir semua pendatang yang tiba dari Prancis, Jerman, Spanyol, Austria dan Swiss.

Israel menyatakan bahwa kedatangan dari negara-negara itu hanya bisa masuk jika mereka dapat membuktikan memiliki tempat untuk tinggal dan dikarantina.

Langkah itu diterapkan setelah pembatasan yang sebelumnya diberlakukan pada kedatangan dari China, Hong Kong, Thailand, Singapura, Makau, Korea Selatan, Jepang dan Italia. Israel sejauh ini mencatat 50 kasus positif virus corona.

9 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan