Malaria Serang Warga Di Calon Ibu Kota Baru Indonesia

Suaramambrukdotcom— Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur mencatat hingga Maret 2020 sebanyak 600 warga .Bahkan, Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara menetapkan status Waspada Malaria di wilayah Ibu Kota Negara tersebut.Hal tersebut diungkapkan Pengelola Program Malaria Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara, Sarjito Ponco Waluyo kepada Tribunkaltim.co pada Selasa (10/3/3020).

Dikatakan Ponco, jumlah kasus malaria di Penajam Paser Utara masih tergolong tinggi.Mengacu data yang terungkap, 600 warga yang terjangkit tersebut telah diperiksa secara klinis maupun laboratorium. “Kasus malaria di Penajam Paser Utara masih tergolong tinggi,” ujarnya.

( Desain Gambar Ibu Kota Baru , Indonesai di Kalimantan Timur)

Diketahui, kasus malaria di Penajam Paser Utara masih dianggap cukup tinggi. Tercatat, pada tahun 2017 terdapat sebanyak 933 kasus, sedangkan tahun 2018 terdapat sebanyak 1.176 kasus. Sedangkan pada tahun 2019 terdapat sebanyak 1.050 kasus.“Daerah endemis malaria di Penajam Paser Utara berada di perbatasan antara Kelurahan Sotek, bahkan penyebarannya hingga Kubar dan di Desa Muara Toyu Kabupaten Paser,” pungkasnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan yang dilakukannya.Yakni membentuk forum diskusi di sejumlah Puskesmas dengan tujuan memberikan pemahaman kepada aparat desa dan kelurahan, serta masyarakat menyangkut penyakit malaria.“Kami juga membagikan 15.000 kelambu berinsektisida untuk masyarakat yang berdomisili di daerah endemis malaria,” turupnya.

9 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan