Wings Air Buka Rute Nabire ke Sorong

Suaramambrukdotcom – Maskapai penerbangan Wings Air membuka penerbangan perdana dari Sorong, Papua Barat ke Nabire, Papua. Penerbangan berjadwal itu dibuka sejak 12 Desember 2019.

“Dengan penambahan rute ini, Wings Air berharap bisa memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan impian wisatawan, pebisnis dan masyarakat membantu menjawab kebutuhan perjalanan udara Trans Papua serta mengakomodasi penerbangan lanjutan (connecting flight),” ucap Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan tertulis yang diterima Email Kami, Kamis (12/12/2019).

Dalam memfasilitasi penerbangan ini, Wings Air mengoperasikan armada turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600. Di mana kapasitasnya sebanyak 72 kursi kelas ekonomi.

Penerbangan perdana Wings Air dari Sorong ke Nambire sendiri menggunakan nomor penerbangan IW-1653 lepas landas dari Bandar Udara Nabire pada 13.20 WIT (Waktu Indonesia Timur, GMT+ 9). Waktu tempuhnya sendiri diperkirakan 1 jam 35 menit sehingga dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Domine Eduard Osok pada 14.55 WIT.Untuk rute sebaliknya, Wings Air bernomor IW-1652 mengudara dari Sorong pada 15.15 WIT, kemudian dijadwalkan mendarat di Nabire pada 16.50 WIT.“Travelers berkesempatan bisa melanjutkan destinasi favorit lainnya, seperti Kendari, Batulicin, Bau-Bau, Bima, Luwuk, Mamuju, Palangkaraya, Palopo, Poso, Raha, Selayar dan Wangi-wangi,” ungkapnya.

Sejalan pengembangan bisnis Wings Air, di hari yang sama juga dibuka rute baru pertama di Timika yang menghubungkan Nabire, Wamena dan Langgur. Operasional penerbangan dilayani langsung (non-stop) dan berjadwal dari Bandar Udara Internasional Mozes Kilangin (TIM) menuju Nabire–Bandar Udara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Papua (NBX); Wamena–Bandar Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua (WMX) dan Langgur–Bandar Udara Karel Sadsuitubun, Pulau Kai, Maluku Tenggara (LUV).

Danang meyakini tren permintaan pasar terhadap rute ini akan tumbuh positif. Dengan demikian, ada peluang di waktu mendatang frekuensi penerbangan bisa ditingkatkan.Peluang menjadikan Sorong sebagai transit untuk penerbangan sangat memungkinkan jika dilihat dari persentase kedatangan jenis penumpang ke wilayah tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 17,07% penumpang di Bandara Domine Eduard Osok merupakan penumpang transit pada tahun 2018 kemarin.

Secara lebih rinci, jumlah penumpang yang data ke Kota Sorong pada tahun lalu tercatat sebanyak 788.299 orang. Jumlah penumpang sebanyak itu terangkut oleh 9.654 pesawat. Dari jumlah penumpang yang dating, sebanyak 132.892 jiwa melanjutkan kembali perjalanannya dari Bandara di Sorong.

BPS mencatat, pertumbuhan transportasi udara di Sorong sebenarnya melambat pada tahun lalu karena imbas kenaikan harga tiket pesawat. Pada tahun 2017, pertumbuhan sektor ini mencapai 17,15%. Sementara itu pada tahun 2018, pertumbuhan sektor penerbangan di Sorong hanya 9,81%. (Rheza Alfian, Teodora Nirmala Fau)

 

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *