Misteri Anjing Mengogong Sperti Bernyanyi Di Papua

Suaramambrukdotcom – Cerita menarik orang tua zaman dulu kepada sang anak soal anjing yang suka mengongong sperti menyanyi dan menjaga gunung dipapua mulai terang .

Baru-baru ini Hari Suroto, peneliti dari Balai Arkeologi Papua, berbincang dengan detikcom mengenai beberapa hal tentang Papua. Dirinya sudah ditugasi menetap di Papua sejak tahun 2008. Hari pun memberikan topik menarik. Dia bercerita, soal anjing yang bernyanyi di Papua.

“Kalau Bali punya ras anjing lokal bernama anjing kintamani, maka di Papua juga ada. Itulah anjing Papua atau yang disebut juga juga New Guinea Singing Dog,” terangnya kepada Detiknews.

Merajuk ke namanya, ‘Singing Dog’. Maksudnya apakah si anjing bisa bernyanyi?

“Jadi ceritanya, anjing ini oleh beberapa ahli dianggap sebagai anjing paling primitif, yang menetap di dataran tinggi Papua sejak beberapa ribu tahun silam. Anjing Papua berasal dari jenis yang istimewa, Canis familiaris hallstromi. Anjing Canis familiaris hallstromi tidak menggonggong tetapi bernyanyi, atau lebih tepatnya melolong,” papar Hari.

Menurut Hari, anjing Papua itu hanya tersisa beberapa ekor dari jenis yang asli. Itu pun hanya dapat dijumpai di dataran tinggi Papua dengan ketinggian 3.352 mdpl hingga 4.267 mdpl, tepatnya di kawasan Pegunungan Tengah di rangkaian Pegunungan Jayawijaya.

“Anjing Canis familiaris hallstromi pernah dijumpai di Puncak Jaya dengan ketinggian 3.460 hingga 4.400 mdpl, pada tahun 2016,” terangnya.

Sedangkan anjing-anjing di pesisir Papua, telah terjadi persilangan dengan jenis-jenis lain yang belum lama dibawa masuk. Jenis anjing Papua yang asli mempunyai garis keturunan yang dekat dengan dingo.

Walaupun dapat dikategorikan sebagai anjing primitif tetapi sepintas tak jauh berbeda dengan anjing kampung yang biasa dipelihara oleh masyarakat Papua. Ekornya berbentuk seperti kail dengan telinga bagian atas menyerupai segitiga yang berdiri tegak.

“Anjing merupakan binatang kesayangan masyarakat Papua, bahkan sudah dianggap bagian dari keluarga, karena anjing-anjing ini akan menjaga rumah, pekarangan, menjaga pemiliknya selama berkebun dari serangan binatang buas, selain itu juga membantu dalam berburu,” tutup Hari

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *