WNA Swiss Hilang Di Raja Ampat , Menelpon 911

Suaramambrukdotcom,Sorong  – Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan (SAR) Sorong, Sunarto menjelaskan, Warga negara asing (WNA) asal Swiss, Aurélien Robert, dilaporkan tersesat dan kehabisan makanan di hutan konservasi Distrik Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

WNA asal Swiss tersebut memiliki ciri-ciri, tinggi badan 1.80-1.89 cm, jenis kelamin pria, rambut hitam, warna kulit campuran African/ European – light brown. Pria kelahiran Swiss 15 April 1983, dan beralamat di 1295 Mies, Switzerland, Swedia .Robert kemudian menggunakan siaran darurat melalui handphone satelit melaporkan kondisi itu ke pihak 911 atau panggilan darurat internasional.

Setelah itu, dari pihak emergency 911 melanjutkan laporan tersebut ke kantor pencarian dan pertolongan (SAR) Sorong. “Laporan tersebut telah kami tindak lanjuti dengan mengirimkan tim ke lokasi,” ucapnya.

Sunarto  mengatakan, tim SAR Sorong langsung mengirimkan tim dengan kapal SAR, kapal Baladewa ke Misool, dan selanjutnya melakukan perjalanan ke hutan untuk melakukan pencarian sesuai titik koordinat yang dikirim oleh 911.

sebelumnya dilaporkan sedang melakukan perjalanan di hutan Pulau Misool dengan lama perjalanan selama 10 hari pada Jumat, (4/10/2019).“Pada hari kedelapan yang bersangkutan sudah tidak lagi dapat melanjutkan perjalanan karena bekal perjalanan baik makanan dan minuman telah habis,” katanya, Selasa (8/10/2019).

Hingga saat ini, lni tim SAR Sorong masih melakukan perjalanan menuju lokasi tersesatnya WNA asal Swiss tersebut. Diharapkan hari ini korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

“Untuk ditemukan, belum ya, ini tim dari Basarnas lagi menuju ke lokasi titik koordinat keberadaan orang tersebut. Namun belum sampai di tujuan. Lokasinya kan di hutan,,” katanya.

Terkait hilangnya wisatawan asing asal Swiss di hutan konservasi di Raja Ampat, Kepala BKSDA Papua Barat, Basar Manulang mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata dan Polres Raja Ampat.  “Ya, jadi kami sudah dapat informasi dan kami lakukan koordinasi dengan dinas pariwisata Kabupaten raja Ampat dan Polres Raja Ampat, memang betul ada yang di Missol (turis hilang di lokasi hutan konservasi), tapi dia masuk cagar alam, tidak boleh itu, dan itu melanggar undang-undang nomor 5 tahun 1990,” katanya.

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *