Gubernur PNG, Ingin Papua Barat Gelar Referendum

Suaramambruk,Manokwari – Gubernur ibukota Papua Nugini menginginkan Indonesia mengizinkan Papua Barat melakukan referendum kemerdekaan.

Dalam sebuah pernyataan, Powes Parkop juga mendukung seruan dari Menteri Luar Negeri Forum Kepulauan Pasifik untuk mengangkat masalah pelanggaran hak asasi manusia di Papua pada pertemuan puncak para pemimpin Forum minggu depan.

Mr Parkop mengatakan krisis di Papua telah meningkat karena negara-negara Pasifik membiarkan rasa takut Indonesia menentukan pendekatan mereka untuk itu.

Dia mengatakan Melanesian Spearhead Group juga harus menerima aplikasi untuk keanggotaan penuh oleh United Liberation Movement untuk Papua Barat.

“Indonesia harus menyadari bahwa ketika negara itu memilih untuk mengembalikan hak dan martabat rakyat Papua Barat, negara itu akan melepaskan kegembiraan yang besar.”

Parkop mengatakan dia telah menyampaikan pesan yang sama tentang Papua Barat kepada Perdana Menteri PNG James Marape dan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogovare.

Menurutnya, ia berencana untuk mengirimkannya ke pemerintah Australia, Selandia Baru, Fiji dan AS, dan menambahkan bahwa ia telah meminta pertemuan dengan pemerintah Indonesia.

Jakarta mengatakan penggabungan Papua ke dalam Indonesia adalah final dan tidak dapat dinegosiasikan.

Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat menyambut baik sebuah resolusi oleh para menteri luar negeri Pasifik untuk mendorong kunjungan kantor Hak Asasi Manusia PBB ke Papua.

Pada bulan Januari, Komisioner HAM PBB Michelle Bachelet mengatakan pada prinsipnya pemerintah Indonesia menyetujui tim dari kantornya untuk mengunjungi Papua.

Namun, anggota Forum Pasifik khawatir bahwa undangan itu tidak dihormati. Forum menteri luar negeri telah menyerukan waktu kunjungan dengan harus diselesaikan oleh kedua belah pihak.

Mereka juga mencari laporan yang dihasilkan tentang situasi Papua untuk dipresentasikan sebelum pertemuan para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik berikutnya pada tahun 2020.

Mambruk

Sebuah Berita Terkini & Investigasi Di Tanah Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *